Investasi Global dari Indonesia
Cara berinvestasi di saham AS dan pasar global dari Indonesia — pilihan produk, platform, risiko mata uang, dan pajak.
Investasi Global dari Indonesia
IHSG hanya mewakili sekitar 0,3% dari kapitalisasi pasar saham dunia. Jika Anda hanya berinvestasi di saham Indonesia, Anda melewatkan 99,7% dari ekonomi global — termasuk perusahaan seperti Apple, Microsoft, Google, dan ribuan lainnya.
Apakah investor Indonesia perlu berinvestasi di luar negeri? Dan bagaimana caranya?
Mengapa Diversifikasi Global?
1. mengurangi risiko Konsentrasi
Seluruh portofolio Anda di satu negara berarti nasib keuangan Anda bergantung pada satu ekonomi. Diversifikasi global mengurangi risiko ini.
2. Akses ke Perusahaan Terbaik Dunia
Perusahaan teknologi terbesar, farmasi terdepan, dan inovator dunia mayoritas tidak ada di IDX.
3. Korelasi Tidak Sempurna
Pasar saham berbagai negara tidak bergerak persis sama. Saat Indonesia turun, pasar lain mungkin tidak. Ini mengurangi volatilitas total portofolio.
4. Lindung Nilai Mata Uang
Jika Rupiah melemah, investasi dalam USD akan naik nilainya dalam Rupiah — memberikan perlindungan alami.
Cara Berinvestasi di Saham Global dari Indonesia
Ada beberapa opsi, dari yang paling mudah hingga paling kompleks:
Opsi 1: reksa dana saham Global (Paling Mudah)
Beberapa manajer investasi Indonesia menawarkan reksa dana yang berinvestasi di saham global atau AS.
| Produk | Manajer Investasi | Underlying | Fee |
|---|---|---|---|
| Bahana Global Emerging Markets | Bahana TCW | Emerging markets | ~1,5-2% |
| Reksa Dana Saham Global Lainnya | Bervariasi | Bervariasi | 1-2,5% |
Kelebihan: Beli di platform lokal (Bibit, Bareksa), pakai Rupiah, sangat mudah. Kekurangan: Fee lebih tinggi, pilihan produk terbatas, sering merupakan fund-of-fund (reksa dana yang membeli reksa dana lain — fee berlapis).
Opsi 2: ETF Global di IDX
Ada beberapa ETF yang tersedia di Bursa Efek Indonesia dengan eksposur global:
| ETF | Kode | Underlying |
|---|---|---|
| Reksa Dana Premier ETF MSCI Indonesia | - | Indonesia (bukan global) |
Sayangnya, pilihan ETF global di IDX masih sangat terbatas. Ini berbeda dengan pasar Australia atau Singapura yang punya banyak pilihan ETF global berbiaya rendah.
Opsi 3: Broker Internasional (Paling Lengkap)
Anda bisa membuka akun di broker internasional yang menerima nasabah Indonesia:
| Broker | Minimum Deposit | Akses | Biaya |
|---|---|---|---|
| Interactive Brokers | $0 | Saham & ETF global | Sangat rendah |
| Gotrade | ~$1 | Saham AS | Rendah |
| eToro | $50 | Saham & ETF global | Spread-based |
Kelebihan: Akses langsung ke ribuan saham dan ETF global, biaya rendah. Kekurangan: Proses lebih kompleks, perlu konversi mata uang, regulasi berbeda, pelaporan pajak sendiri.
ETF Global yang Populer
Jika Anda menggunakan broker internasional, beberapa ETF global yang umum direkomendasikan:
| ETF | Ticker | Isi | Expense Ratio |
|---|---|---|---|
| Vanguard Total World Stock | VT | Seluruh dunia | 0,07% |
| Vanguard S&P 500 | VOO | 500 perusahaan AS terbesar | 0,03% |
| iShares MSCI World | IWDA | Negara maju | 0,20% |
| Vanguard FTSE Emerging Markets | VWO | Negara berkembang | 0,08% |
Risiko Investasi Global
1. Risiko Mata Uang
Jika Anda membeli saham AS dalam USD dan Rupiah menguat, return Anda dalam Rupiah berkurang. Sebaliknya, jika Rupiah melemah, return Anda meningkat.
Secara historis, Rupiah cenderung melemah terhadap USD (depresiasi ~2-4% per tahun rata-rata). Ini sebenarnya menguntungkan investor Indonesia yang punya aset dalam USD.
2. Risiko Pajak
Penghasilan dari investasi luar negeri dikenakan pajak di Indonesia:
- dividen: Masuk penghasilan kena pajak, tarif progresif PPh
- Capital gains: Dilaporkan dalam SPT tahunan
- Pajak berganda: Beberapa negara memotong pajak di sumber (withholding tax). Ada perjanjian penghindaran pajak berganda (P3B) antara Indonesia dan beberapa negara.
Konsultasikan dengan konsultan pajak untuk detail spesifik situasi Anda.
3. Risiko Regulasi
Aturan tentang investasi di luar negeri bisa berubah. Pastikan Anda menggunakan jalur yang legal dan melaporkan aset luar negeri dalam SPT.
4. Risiko Broker
Broker internasional diatur oleh regulator negara asalnya (SEC untuk AS, FCA untuk UK, dll.) — bukan OJK. Pastikan broker yang Anda pilih bereputasi baik dan terdaftar di regulator yang kredibel.
Berapa Alokasi untuk Saham Global?
Tidak ada jawaban pasti, tapi beberapa panduan:
| Pendekatan | Alokasi Global | Alasan |
|---|---|---|
| 100% berdasarkan market cap dunia | ~99,7% global | Terlalu ekstrem untuk investor Indonesia |
| Home bias moderat | 70% Indonesia, 30% global | Sederhana dan masuk akal |
| Balanced | 50% Indonesia, 50% global | Diversifikasi lebih baik |
| Tanpa global | 100% Indonesia | Bisa diterima jika ingin simpel |
Untuk pemula: Tidak apa-apa memulai dengan 100% Indonesia. Menambahkan eksposur global bisa dilakukan bertahap setelah Anda nyaman dengan investasi lokal.
Langkah Praktis
Jika Anda Baru Mulai
- Fokus pada reksa dana indeks Indonesia dulu (IDX30/LQ45)
- Bangun kebiasaan investasi rutin
- Pelajari opsi global sambil jalan
Jika Anda Sudah Punya Portofolio Lokal
- Tentukan berapa % yang ingin dialokasikan ke global (mulai 10-20%)
- Pilih jalur: reksa dana lokal yang berinvestasi global atau broker internasional
- Untuk simplisitas, satu ETF global (seperti VT atau VOO) sudah cukup
Jika Anda Punya Penghasilan dalam USD
Jika Anda pekerja remote yang dibayar dalam USD, berinvestasi langsung di broker internasional bisa lebih efisien — menghindari biaya konversi mata uang bolak-balik.
Kesalahan Umum
1. Terlalu Fokus pada Saham AS Saja
S&P 500 memang populer, tapi ada risiko konsentrasi. Pertimbangkan ETF global yang lebih terdiversifikasi.
2. Tidak Memperhitungkan Biaya Konversi
Transfer ke broker internasional dan konversi IDR ke USD bisa memakan biaya 0,5-2%. Pastikan ini diperhitungkan.
3. Lupa Melaporkan di SPT
Aset di luar negeri wajib dilaporkan dalam SPT Tahunan. Jangan abaikan ini.
Ringkasan
| Pertanyaan | Jawaban |
|---|---|
| Perlu investasi global? | Bagus untuk diversifikasi, tapi bukan wajib |
| Cara termudah? | Reksa dana saham global via Bibit/Bareksa |
| Cara terlengkap? | Broker internasional (Interactive Brokers, Gotrade) |
| Berapa alokasi? | 0-30% untuk mulai, sesuaikan seiring waktu |
| Risiko utama? | Mata uang, pajak, kompleksitas |
Investasi global adalah nice to have, bukan must have untuk investor Indonesia. Portofolio 100% Indonesia yang konsisten dan disiplin akan mengalahkan portofolio global yang ribet dan tidak disiplin.
Disclaimer: Artikel ini hanya untuk edukasi, bukan saran investasi.