Reksa Dana Syariah: Panduan Lengkap
Panduan investasi reksa dana syariah di Indonesia — apa bedanya dengan konvensional, bagaimana screening-nya, dan produk apa saja yang tersedia.
Reksa Dana Syariah: Panduan Lengkap
Indonesia adalah negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia. Tidak mengherankan, permintaan investasi yang sesuai prinsip syariah terus meningkat. Reksa dana syariah menjawab kebutuhan ini — memungkinkan Anda berinvestasi tanpa melanggar prinsip-prinsip Islam.
Kabar baiknya: Anda tidak perlu mengorbankan return untuk berinvestasi secara syariah.
Apa Itu Reksa Dana Syariah?
Reksa dana syariah adalah reksa dana yang pengelolaan dan portofolionya mengikuti prinsip syariah Islam. Ini berarti:
- Tidak berinvestasi di bisnis haram — alkohol, rokok, perjudian, pornografi, senjata, perbankan konvensional (riba)
- Tidak menggunakan instrumen berbasis riba — obligasi konvensional diganti sukuk, deposito konvensional diganti deposito syariah
- Diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah (DPS) — setiap reksa dana syariah memiliki DPS yang memastikan kepatuhan
- Mengacu pada Daftar Efek Syariah (DES) yang diterbitkan OJK
Bagaimana Screening Syariah Dilakukan?
OJK menerbitkan Daftar Efek Syariah (DES) dua kali setahun. Saham yang masuk DES harus memenuhi kriteria:
Kriteria Kualitatif (Bisnis)
Perusahaan tidak boleh menjalankan kegiatan usaha yang bertentangan dengan syariah:
- Perjudian dan permainan yang tergolong judi
- Perdagangan yang dilarang (gharar, maysir)
- Jasa keuangan ribawi (bank/asuransi konvensional)
- Jual beli risiko yang mengandung unsur ketidakpastian
- Memproduksi/mendistribusikan barang haram
- Transaksi yang mengandung unsur suap
Kriteria Kuantitatif (Keuangan)
| Rasio | Batas Maksimal |
|---|---|
| Total utang berbasis bunga / total aset | 45% |
| Pendapatan non-halal / total pendapatan | 10% |
Perusahaan yang rasio utang ribanya terlalu tinggi atau pendapatan haramnya lebih dari 10% tidak masuk DES.
Berapa Saham yang Lolos?
Dari sekitar 900+ saham yang tercatat di BEI, sekitar 500+ saham masuk Daftar Efek Syariah. Ini termasuk banyak perusahaan besar seperti Telkom, Unilever, Astra, dan bank-bank syariah.
Jenis Reksa Dana Syariah
Sama seperti reksa dana konvensional, reksa dana syariah tersedia dalam berbagai jenis:
| Jenis | Komposisi | Risiko | Cocok Untuk |
|---|---|---|---|
| Pasar Uang Syariah | Deposito syariah, sukuk ≤ 1 tahun | Rendah | Dana darurat, jangka pendek |
| Pendapatan Tetap Syariah | Sukuk negara/korporasi | Sedang-rendah | Jangka menengah (1-3 tahun) |
| Campuran Syariah | Saham syariah + sukuk | Sedang | Jangka menengah (3-5 tahun) |
| Saham Syariah | Saham dari DES | Tinggi | Jangka panjang (5+ tahun) |
| Indeks Syariah | Mengikuti indeks syariah (JII, ISSI) | Tinggi | Investor pasif jangka panjang |
Indeks Saham Syariah di Indonesia
BEI memiliki beberapa indeks saham syariah:
| Indeks | Jumlah Saham | Keterangan |
|---|---|---|
| ISSI (Indonesia Sharia Stock Index) | ~500 | Semua saham yang masuk DES |
| JII (Jakarta Islamic Index) | 30 | 30 saham syariah paling likuid |
| JII70 | 70 | 70 saham syariah paling likuid |
JII adalah indeks syariah paling terkenal dan sering dijadikan benchmark reksa dana indeks syariah.
Contoh Produk Reksa Dana Syariah
Berikut beberapa reksa dana syariah yang cukup populer (bukan rekomendasi, hanya untuk ilustrasi):
Reksa Dana Indeks Syariah
| Produk | Benchmark | Manajer Investasi |
|---|---|---|
| Bahana ISFI Syariah | JII | Bahana TCW |
| Simas Syariah Unggulan | JII | Sinarmas AM |
| MNC Dana Syariah | JII | MNC AM |
reksa dana saham Syariah (Aktif)
| Produk | Manajer Investasi | AUM |
|---|---|---|
| Mandiri Investa Atraktif Syariah | Mandiri Manajemen Investasi | Besar |
| Manulife Syariah Sektoral Amanah | Manulife AMII | Besar |
| BNP Paribas Pesona Syariah | BNP Paribas AM | Sedang |
Reksa Dana Pasar Uang Syariah
| Produk | Manajer Investasi |
|---|---|
| Mandiri Investa Pasar Uang Syariah | Mandiri MI |
| Bahana Likuid Syariah | Bahana TCW |
| Sucorinvest Sharia Money Market | Sucorinvest AM |
Semua produk di atas tersedia di platform seperti Bibit, Bareksa, dan Tanamduit.
Apakah Return Reksa Dana Syariah Lebih Rendah?
Ini pertanyaan yang sering ditanyakan. Jawabannya: tidak selalu.
Secara teori, pembatasan investasi (screening syariah) bisa mengurangi diversifikasi dan potensi return. Tapi dalam praktiknya:
- Saham syariah cenderung menghindari perusahaan dengan utang tinggi — ini justru bisa mengurangi risiko
- Banyak perusahaan terbesar dan terbaik di Indonesia masuk DES
- Historisnya, kinerja JII dan IHSG relatif sebanding
| Periode | Return IHSG | Return JII |
|---|---|---|
| 5 tahun (rata-rata) | ~6-8% p.a. | ~5-8% p.a. |
| 10 tahun (rata-rata) | ~7-9% p.a. | ~6-9% p.a. |
Data historis bervariasi dan bukan jaminan kinerja masa depan.
Perbedaan return biasanya tidak signifikan dalam jangka panjang. Faktor lain seperti biaya (expense ratio), konsistensi investasi, dan alokasi aset jauh lebih berpengaruh.
pajak reksa dana Syariah
Perlakuan pajak reksa dana syariah sama persis dengan reksa dana konvensional:
| Aspek | Perlakuan |
|---|---|
| Capital gain | 0% (bebas pajak) |
| Pajak saat beli | Tidak ada |
| Pajak saat jual | Tidak ada |
Ini keunggulan besar. Anda bisa berinvestasi sesuai prinsip syariah dan mendapat efisiensi pajak maksimal.
Cara Memilih Reksa Dana Syariah
1. Tentukan jenis sesuai tujuan
| Tujuan | Jenis Reksa Dana Syariah |
|---|---|
| Dana darurat | Pasar uang syariah |
| Tabungan 1-3 tahun | Pendapatan tetap syariah |
| Investasi 5+ tahun | Saham syariah / indeks syariah |
2. Perhatikan expense ratio
Pilih yang expense ratio-nya rendah. Reksa dana indeks syariah biasanya lebih murah daripada reksa dana saham syariah aktif.
3. Cek AUM (Asset Under Management)
Reksa dana dengan AUM lebih besar cenderung lebih stabil dan likuid. Hindari reksa dana dengan AUM sangat kecil (di bawah Rp 50 miliar).
4. Pastikan terdaftar di OJK
Semua reksa dana syariah yang sah harus terdaftar di OJK. Cek di website OJK atau pastikan tersedia di platform resmi (Bibit, Bareksa, dll).
Cara Beli Reksa Dana Syariah
Prosesnya sama persis dengan reksa dana konvensional:
- Buka akun di platform investasi (Bibit, Bareksa, Tanamduit, IPOT)
- Cari reksa dana syariah (biasanya ada filter “Syariah”)
- Pilih produk
- Tentukan jumlah investasi (mulai dari Rp 10.000)
- Konfirmasi pembelian
Di Bibit, ada fitur khusus untuk memfilter hanya produk syariah di robo-advisor mereka. Ini memudahkan jika Anda hanya ingin berinvestasi di instrumen syariah.
Ringkasan
| Hal | Keterangan |
|---|---|
| Apa itu reksa dana syariah? | Reksa dana yang mengikuti prinsip syariah Islam |
| Diawasi oleh | OJK + Dewan Pengawas Syariah |
| Return vs konvensional | Sebanding dalam jangka panjang |
| Pajak | 0% (bebas pajak) — sama dengan konvensional |
| Minimum investasi | Mulai Rp 10.000 |
| Di mana beli? | Bibit, Bareksa, Tanamduit, IPOT |
Investasi syariah di Indonesia bukan pilihan yang “mengalah.” Dengan 500+ saham syariah, berbagai produk reksa dana, dan perlakuan pajak yang sama, Anda bisa membangun portofolio pasif yang efisien dan sesuai dengan keyakinan Anda.
Disclaimer: Artikel ini hanya untuk edukasi, bukan saran investasi. Status syariah suatu efek dapat berubah sesuai review DES oleh OJK.