Bibit vs Bareksa vs IPOT vs Ajaib — Mana yang Terbaik?

Perbandingan objektif platform investasi reksa dana dan saham di Indonesia: Bibit, Bareksa, dan IPOT, Ajaib, dan Stockbit. Semua terdaftar OJK — pilih yang cocok untuk Anda.

Bibit vs Bareksa vs IPOT vs Ajaib — Mana yang Terbaik?

Pertanyaan ini muncul di hampir setiap forum investasi di Indonesia. Jawaban singkatnya: tidak ada yang “terbaik” secara universal — semuanya terdaftar di OJK dan aman. Pilih yang paling cocok untuk kebutuhan Anda, lalu mulai.

Tapi kami paham Anda ingin perbandingan yang lebih detail. Berikut analisis objektif dari masing-masing platform.

Tabel Perbandingan Lengkap

FiturBibitBareksaIPOTAjaibStockbit
Terdaftar OJK
Reksa Dana✅ (200+)✅ (300+)✅ (200+)✅ (100+)
Saham
ETF
SBN Ritel
Min. Investasi RDRp 10.000Rp 10.000Rp 100.000Rp 10.000Rp 10.000
Robo-Advisor
Auto-Invest
Biaya Beli RD0%0%0%0%0%
Biaya Jual RD0%0%0%0%0%
Biaya SahamN/AN/A0,19% beli, 0,29% jual0,15% beli, 0,25% jual0,15% beli, 0,25% jual
KomunitasTerbatas✅ (Stream)
Riset/AnalisisDasarDasarLengkapMenengahLengkap
Target PenggunaPemulaSemuaSeriusMudaAktif

Data per awal 2026. Fitur dan biaya dapat berubah. Cek website resmi masing-masing untuk informasi terkini.

Bibit

Kelebihan:

  • Antarmuka paling sederhana dan ramah pemula
  • Fitur robo-advisor yang merekomendasikan alokasi berdasarkan profil risiko Anda
  • Visualisasi portofolio yang jelas (saham, obligasi, pasar uang)
  • Proses onboarding sangat cepat
  • Fitur “Nabung Rutin” untuk investasi otomatis
  • Akses ke SBN Ritel sebagai mitra distribusi

Kekurangan:

  • Tidak bisa beli saham individual atau ETF
  • Pilihan reksa dana tidak seluas Bareksa
  • Fitur analisis dan riset terbatas
  • Robo-advisor bisa membuat pengguna terlalu bergantung tanpa memahami alasannya

Cocok untuk: Pemula total yang ingin mulai dengan cara paling mudah. Jika Anda belum pernah investasi sama sekali, Bibit adalah pilihan yang solid untuk langkah pertama.

Bareksa

Kelebihan:

  • Marketplace reksa dana tertua di Indonesia (berdiri 2013)
  • Pilihan produk reksa dana paling banyak (~300+ produk)
  • Akses ke SBN Ritel sebagai mitra distribusi resmi
  • Konten edukasi yang cukup lengkap
  • Data dan perbandingan reksa dana yang detail
  • Bisa beli emas digital

Kekurangan:

  • Antarmuka tidak seintuitif Bibit
  • Tidak ada saham atau ETF
  • Tidak ada fitur robo-advisor
  • Pengalaman pengguna kadang terasa kurang modern

Cocok untuk: Investor yang ingin akses ke pilihan reksa dana terluas dan SBN Ritel dalam satu platform. Bareksa adalah “supermarket” reksa dana Indonesia.

IPOT (Indo Premier Online Trading)

Kelebihan:

  • Satu-satunya platform yang menawarkan akses lengkap: reksa dana, saham, ETF, obligasi, SBN
  • Bisa beli ETF (seperti R-LQ45X, Premier ETF IDX30) — yang tidak tersedia di Bibit/Bareksa
  • Tools analisis teknikal dan fundamental yang lengkap
  • Indo Premier adalah salah satu sekuritas terbesar di Indonesia
  • Biaya transaksi saham kompetitif

Kekurangan:

  • Minimum investasi reksa dana lebih tinggi (Rp 100.000)
  • Antarmuka lebih kompleks — bisa membingungkan pemula
  • Kurva belajar lebih curam
  • Aplikasi mobile kurang polish dibanding kompetitor

Cocok untuk: Investor yang lebih serius dan ingin akses ke ETF. Jika Anda sudah paham dasar-dasar investasi dan ingin diversifikasi ke ETF selain reksa dana, IPOT adalah pilihan terkuat.

Ajaib

Kelebihan:

  • Saham + reksa dana dalam satu aplikasi
  • Biaya transaksi saham paling rendah di kelasnya
  • Antarmuka modern dan menarik untuk generasi muda
  • Fitur “Ajaib Prime” untuk investor aktif
  • Proses pendaftaran cepat

Kekurangan:

  • Pilihan reksa dana lebih terbatas dibanding Bibit atau Bareksa
  • Tidak ada akses SBN Ritel
  • Fokus pemasaran pada trading saham (bisa mendorong perilaku trading berlebihan)
  • Fitur edukasi bisa lebih lengkap

Cocok untuk: Investor muda yang ingin kombinasi saham dan reksa dana dalam satu aplikasi dengan antarmuka modern.

Stockbit

Kelebihan:

  • Komunitas investor terbesar di Indonesia (fitur Stream)
  • Tools riset dan analisis fundamental sangat lengkap
  • Screening saham dan data keuangan perusahaan
  • Integrasi dengan Bibit untuk reksa dana
  • Konten edukasi dari komunitas
  • Biaya transaksi saham kompetitif

Kekurangan:

  • Fokus utama pada saham, bukan reksa dana
  • Komunitas aktif bisa mendorong overtrading
  • “Social proof” dari komunitas bisa menyesatkan (ikut-ikutan)
  • Untuk reksa dana tetap perlu Bibit

Cocok untuk: Investor yang menghargai riset, analisis, dan diskusi komunitas. Jika Anda suka menganalisis saham dan berdiskusi, Stockbit adalah ekosistemnya.

Platform Lain yang Perlu Disebutkan

PlatformCatatan
TanamduitReksa dana + SBN, antarmuka sederhana
FUNDtasticReksa dana, fitur goal-based investing
PluangEmas, crypto, saham AS, reksa dana
Bank Digital (Jago, Blu, dll)Beberapa menawarkan reksa dana terintegrasi

Satu Hal yang Paling Penting

Semua platform di atas terdaftar dan diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Dana reksa dana Anda disimpan di bank kustodian yang terpisah dari perusahaan platform — artinya jika platform-nya bangkrut sekalipun, uang Anda tetap aman.

Ini berbeda dengan investasi bodong yang tidak terdaftar di OJK. Selalu cek status registrasi di website resmi OJK sebelum mempercayakan uang Anda.

Jadi, Mana yang Harus Saya Pilih?

Jika Anda…Pilih…
Pemula total, ingin yang paling mudahBibit
Ingin pilihan reksa dana terluas + SBNBareksa
Ingin akses ETF dan tools lengkapIPOT
Ingin saham + reksa dana, antarmuka modernAjaib
Suka riset dan komunitas investorStockbit

Tapi sejujurnya? Perbedaannya tidak sebesar yang Anda kira. Semua platform menjual produk reksa dana yang sama — BNP Paribas SRI-KEHATI di Bibit adalah produk yang identik dengan BNP Paribas SRI-KEHATI di Bareksa. Biaya beli dan jual reksa dana semuanya 0%.

Yang benar-benar penting bukan platform mana yang Anda pilih, tapi bahwa Anda memilih satu dan mulai berinvestasi. Jangan habiskan berminggu-minggu membandingkan platform — pilih satu, daftar, dan beli reksa dana indeks pertama Anda.

Platform terbaik adalah yang membuat Anda akhirnya mulai berinvestasi.

Tips Terakhir

  1. Anda bisa punya akun di lebih dari satu platform — tidak ada aturan yang melarang
  2. Jangan berpindah-pindah tanpa alasan jelas — konsistensi lebih penting
  3. Selalu cek status OJK platform sebelum mendaftar
  4. Abaikan promo dan cashback — ini bukan alasan untuk memilih platform
  5. Fokus pada produk, bukan platform — yang penting adalah reksa dana apa yang Anda beli, bukan di mana Anda membelinya

Sumber: Website resmi Bibit (bibit.id), Bareksa (bareksa.com), IPOT (indopremier.com), Ajaib (ajaib.co.id), Stockbit (stockbit.com); OJK (ojk.go.id)

Disclaimer: Artikel ini hanya untuk edukasi, bukan saran investasi. Kami tidak berafiliasi dengan platform mana pun yang disebutkan.

Disclaimer: Artikel ini hanya untuk tujuan edukasi dan bukan merupakan saran investasi. Selalu lakukan riset sendiri dan konsultasikan dengan penasihat keuangan berlisensi sebelum membuat keputusan investasi.