Obligasi dan SBN: Pendapatan Tetap untuk Portofolio Anda

Panduan lengkap tentang obligasi dan Surat Berharga Negara (SBN) ritel di Indonesia — ORI, SBR, SR, ST — sebagai komponen stabilisator portofolio.

Obligasi dan SBN: Pendapatan Tetap untuk Portofolio Anda

Obligasi adalah komponen penting dalam portofolio yang terdiversifikasi. Fungsinya: memberikan pendapatan yang lebih stabil dan mengurangi fluktuasi keseluruhan portofolio.

Di Indonesia, instrumen pendapatan tetap yang paling menarik untuk investor ritel adalah Surat Berharga Negara (SBN) ritel — obligasi yang diterbitkan pemerintah Indonesia khusus untuk individu.

Apa Itu Obligasi?

Obligasi pada dasarnya adalah surat utang. Ketika Anda membeli obligasi, Anda meminjamkan uang kepada penerbit (pemerintah atau perusahaan), dan mereka membayar Anda bunga (kupon) secara berkala, lalu mengembalikan pokok saat jatuh tempo.

AspekPenjelasan
PenerbitPemerintah (SBN) atau perusahaan (obligasi korporasi)
KuponBunga yang dibayar berkala (biasanya bulanan atau semesteran)
TenorJangka waktu sampai pokok dikembalikan (2-30 tahun)
RisikoGagal bayar oleh penerbit (sangat rendah untuk SBN)

SBN Ritel: Obligasi Pemerintah untuk Rakyat

Indonesia memiliki program SBN ritel yang luar biasa — salah satu yang terbaik di dunia. Pemerintah menerbitkan sekitar 7 seri per tahun, khusus untuk investor individu WNI.

Jenis-Jenis SBN Ritel

JenisNama LengkapTradeable?TenorKuponSyariah?
ORIObligasi Negara Ritel✅ Ya (pasar sekunder)3 atau 6 tahunFixedTidak
SBRSavings Bond Ritel❌ Tidak2 atau 4 tahunFloating (ada floor)Tidak
SRsukuk ritel✅ Ya3 atau 5 tahunFixed✅ Ya
STSukuk Tabungan❌ Tidak2 atau 4 tahunFloating (ada floor)✅ Ya

Keunggulan SBN Ritel

  1. Dijamin negara — Risiko gagal bayar hampir nol (kecuali Indonesia bangkrut)
  2. Minimum Rp 1 juta — Sangat terjangkau
  3. Kupon kompetitif — Biasanya di atas deposito bank (5,5-7% p.a. di tahun 2024-2025)
  4. Kupon bulanan — Penghasilan pasif setiap bulan
  5. Mudah dibeli — Via Bibit, Bareksa, Tanamduit, atau bank
  6. Maksimum Rp 5 miliar — Cukup untuk investor besar sekalipun

Pajak SBN

Kupon SBN dikenakan PPh final 10% yang dipotong di sumber. Anda menerima kupon bersih tanpa perlu lapor tambahan.

Contoh:

  • Kupon SBR013: 6,4% per tahun
  • Investasi Rp 10 juta
  • Kupon bruto per bulan: Rp 10.000.000 × 6,4% ÷ 12 = Rp 53.333
  • Pajak 10%: Rp 5.333
  • Kupon neto per bulan: Rp 48.000

Fixed vs Floating Rate

Fixed (ORI, SR)Floating (SBR, ST)
KuponTetap sampai jatuh tempoBerubah mengikuti suku bunga acuan BI
KelebihanKepastian penghasilanDilindungi dari kenaikan suku bunga, ada kupon minimal (floor)
KekuranganRugi jika suku bunga naik (untuk yang tradeable)Kupon bisa turun (tapi tidak di bawah floor)
Cocok untukYang ingin kepastian arus kasYang khawatir suku bunga naik

Tradeable vs Non-Tradeable

ORI dan SR bisa dijual di pasar sekunder sebelum jatuh tempo. Ini berarti:

  • Anda bisa keluar lebih awal jika butuh uang
  • Tapi harganya bisa naik atau turun tergantung suku bunga pasar
  • Jika suku bunga naik, harga obligasi turun (dan sebaliknya)

SBR dan ST tidak bisa dijual — harus dipegang sampai jatuh tempo. Tapi ada fitur early redemption: Anda bisa mencairkan sebagian (maksimal 50%) setelah masa holding minimum (biasanya 1 tahun).

reksa dana pendapatan tetap

Alternatif lain untuk mendapatkan eksposur obligasi adalah melalui reksa dana pendapatan tetap.

AspekSBN Ritel LangsungReksa Dana Pendapatan Tetap
MinimumRp 1 jutaRp 10.000
Diversifikasi1 seri SBNPortofolio banyak obligasi
LikuiditasTerbatas (tradeable) atau terkunciT+3 hari kerja
Pajak kupon10% final0% (keuntungan reksa dana bebas pajak)
Return (perkiraan)5-7% kupon5-8% total return
RisikoSangat rendahRendah-sedang (tergantung isi portofolio)

Keuntungan pajak reksa dana: Karena keuntungan reksa dana bebas pajak, reksa dana pendapatan tetap bisa memberikan after-tax return yang lebih baik dari SBN langsung, meskipun risikonya sedikit lebih tinggi.

Peran Obligasi dalam Portofolio

Obligasi berfungsi sebagai peredam kejut dalam portofolio:

Skenario PasarSahamObligasiPortofolio 70/30
Ekonomi tumbuh kuat+20%+5%+15,5%
Ekonomi normal+10%+6%+8,8%
Resesi ringan-10%+7%-4,9%
Krisis besar-30%+5%-19,5%

Dengan 30% obligasi, penurunan terburuk Anda berkurang signifikan — dari -30% menjadi -19,5%. Ini bisa menjadi perbedaan antara tetap tenang dan panik jual.

Cara Membeli SBN Ritel

  1. Pantau jadwal penerbitan — SBN ritel diterbitkan ~7 kali per tahun, biasanya diumumkan di media massa dan situs DJPPR Kemenkeu
  2. Masa penawaran biasanya 2-3 minggu
  3. Daftar di platform mitra distribusi (Bibit, Bareksa, Tanamduit, bank-bank besar)
  4. Pesan dengan jumlah yang diinginkan (min Rp 1 juta, kelipatan Rp 1 juta)
  5. Transfer dana sesuai jumlah pemesanan
  6. Terima konfirmasi — kupon pertama mulai bulan berikutnya

Tips: SBN seri populer kadang habis sebelum masa penawaran berakhir. Jika tertarik, pesan di awal masa penawaran.

Strategi SBN untuk Investor Pasif

Beberapa pendekatan praktis:

  1. Laddering — Beli seri berbeda setiap kali ada penerbitan. Ini menyebarkan jatuh tempo dan mengurangi risiko reinvestasi.

  2. Alokasi tetap — Tentukan misalnya 30% portofolio untuk pendapatan tetap, lalu bagi antara SBN dan reksa dana pendapatan tetap.

  3. Kupon sebagai penghasilan — Untuk yang sudah pensiun atau butuh arus kas, kupon SBN bisa menjadi sumber penghasilan pasif bulanan.

Kesimpulan

  • SBN ritel adalah instrumen pendapatan tetap terbaik untuk investor ritel Indonesia
  • Dijamin negara, minimum Rp 1 juta, kupon kompetitif, kupon bulanan
  • Pajak kupon 10% final — lebih rendah dari pajak bunga deposito (20%)
  • Reksa dana pendapatan tetap menawarkan keuntungan pajak 0% dengan minimum lebih rendah
  • Obligasi berfungsi sebagai peredam kejut dalam portofolio campuran
  • Semakin dekat dengan tujuan investasi, semakin besar porsi obligasi yang sebaiknya Anda miliki

Disclaimer: Artikel ini hanya untuk edukasi, bukan saran investasi.

Disclaimer: Artikel ini hanya untuk tujuan edukasi dan bukan merupakan saran investasi. Selalu lakukan riset sendiri dan konsultasikan dengan penasihat keuangan berlisensi sebelum membuat keputusan investasi.